Inersia

PB IDI: Sejumlah Korban Gempa Cianjur Menolak Berobat

Jumat, 25 Nov 2022 – 18:17 WIB

Suasana RSUD Sayang Cianjur usai terjadi gempa berkekuatan 5,6 magnitudo. Dokumentasi PB IDI

Tenaga medis yang menangani korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) menemukan sejumlah kendala. Satu di antaranya terdapat laporan sejumlah pasien menolak untuk berobat.

“Beberapa pasien luka terbuka dan patah tulang belum tertangani dikarenakan pasien tidak mau berobat,” tulis keterangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang diterima Inilah.com, Jumat (25/11/2022).

IDI juga mencatat, tak sedikit pasien korban bencana gempa bumi yang menolak untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan atau Rumah Sakit di luar kota Cianjur.

Maka dari itu PB IDI berniat memberikan edukasi kesehatan secara menyeluruh bagi warga terdampak.

Adapun dalam keterangan tertulis yang sama juga tertera sejumlah persoalan lain menyangkut kebutuhan bagi masyarakat terdampak dan tenaga medis di lapangan.

“(Kebutuhan) liatrik yakni penerangan (semua lokasi listrik belum aktif), air bersih (sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masih sulit), MCK (lokasi MCK belum sesuai), kebutuhan alas kaki untuk pengungsi, kebutuhan sembako, alas tenda dan terpal (banyak alas tenda tergenang air) hingga kebutuhan selimut,” lanjutnya.

Saat ini PB IDI dan IDI Cianjur terus memantau distribusi tenaga kesehatan (nakes) dari IDI wilayah dan cabang sekitar serta dari perhimpunan di bawah IDI. Relawan, dokter dan nakes bekerja bergantian beberapa gelombang karena sebagian membutuhkan waktu untuk istirahat.

“Para relawan dokter dan nakes lainnya membawa logistik obat-obatan termasuk pendukung pengungsi seperti selimut, bahan makanan, obat-obatan,” ungkap Ketua IDI Cianjur Ronny Hadyanto.

IDI mencatat setidaknya ada 230 dokter yang dikerahkan guna membantu penanganan medis dari korban gempa Cianjur. Dari total jumlah itu, terinci 167 diantaranya merupakan dokter umum, 21 dokter spesialis bedah, 24 dokter spesialis ortopedi, tujuh dokter spesialis anestesi, dua dokter spesialis kejiwaan untuk trauma healing, tujuh dokter spesialis anak dan dua dokter spesialis penyakit dalam.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan korban tewas imbas gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar) kini tercatat 272 orang. Dari jumlah ini, 107 jenazah di antaranya belum teridentifikasi.

“165 jenazah sudah teridentifikasi identitasnya. Sehingga masih ada 107 jenazah yang identitasnya masih diverifikasi,” ujar Suharyanto.

Dia menjelaskan, jumlah korban meninggal itu secara keseluruhan bertambah satu dibandingkan data pada Rabu (23/11/2022). Sebelumnya, BNPB menyebut, korban tewas akibat gempa Cianjur sebanyak 271 jiwa.

“Hari ini ditemukan satu jenazah atas nama ibu Nining umur 64 tahun, jadi 272 (jumlah korban meninggal),” kata Suharyanto.

Dia meminta masyarakat yang merasa anggota keluarganya masih hilang segera melapor ke Posko Utama di Pendopo Cianjur. Laporan ini harus rinci, antara lain menyangkut nama, jenis kelamin, dan ciri-ciri fisik.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button