Inersia

PIKI Ajak Tenaga Kesehatan Tingkatkan Ilmu dalam Dunia Kardiologi

Jumat, 25 Nov 2022 – 16:41 WIB

dr. Ismir Fahri, SpKP(K) -inilah.com

Indonesia Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM) 2022 di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (25/11/2022). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)

Perhimpunan Intervensi Kardiovaskuler Indonesia (PIKI) mengajak para tenaga kesehatan untuk meningkatkan ilmu kardiologi dalam acara Indonesia Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM) 2022 di Jakarta, 24-26 November 2022.

ISICAM adalah pertemuan tahunan PIKI sebagai ajang meningkatkan ilmu kedokteran dunia kardiologi.

Ketua Pantia ISICAM, dr. Ismir Fahri menyampaikan bahwa event ini merupakan event terbesar Intervensi Kardiologi di Indonesia.

”Perhelatan ini akan menjadi ajang meningkatkan ilmu, bertukar pengalaman dan memperluas jejaring kolaborasi dunia intervensi kardiologi. Untuk kebaikan pelayanan dan penanganan pasien di Indonesia,” kata Ismir pada acara konferensi pers ISICAM 2022 di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang juga membawakan keynote speech. Begitu juga Dr. dr. Iwan Dakota, SpJP(K), MARS Direktur utama RS pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional pelayanan Kardiovaskular Indonesia.

Hadir juga Dewan Penasehat PIKI Dr. dr. Muhammad Munawar, SpJP(K) FIHA, Prof. Teguh Santoso, SpJP(K) FIHA, dr. Nur Haryono, SpJP(K) FIHA dan dr. Sunarya Soerianata, SpJP(K) FIHA.

Acara ISICAM ini bakal menghadirkan 177 pembicara dan moderator. Sebagian besar merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dan 34 pembicara Internasional. Dengan 1.300 peserta yang hadir sejak terdaftar 7 hari sebelumnya, mereka tertarik mempelajari bidang intervensi kardiologi.

 - inilah.com
Indonesia Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM) 2022 di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (25/11/2022). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)

Ismir menyampaikan, topik pembahasan nanti akan meliputi katerisasi jantung, pemasangan ring dengan berbagai alat mutakhir, baik pembuluh darah kaki dan masih banyak lainnya.

“Akan ada 11 workshop untuk dokter, 1 workshop untuk perawat. Selain itu juga ada 21 sesi simposium dengan joint symposium internasional. Ada Jepang dan Singapura dengan diskusi kasus yang dilaksanakan secara live, di New Zealand dan India,” tuturnya.

Sebagai informasi, penyakit kardiovaskular adalah penyakit utama di dunia dengan mortalitas tertinggi. Serangan jantung misalnya, adalah penyakit kardiovaskular yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Penyakit ini juga membutuhkan layanan kesehatan tingkat lanjut dengan prosedur katerisasi jantung dan pemasangan ring. Ini perlu dilakukan karena berhubungan dengan proses menyelamatkan nyawa.

Sayangnya, kapasitas ruang kateterisasi di Tanah Air masih jauh dari ideal. Saat menyampaikan keynote speaker, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan jumlahnya sebisa mungkin dari 400 ribu penduduk, tersedia satu ruang kateterisasi dilengkapi dua atau tiga intervensi kardiologi.

Sementara menurut data PIKI sejak tahun lalu, tercatat Indonesia baru memiliki 300 ruang kateterisasi. Tentu ini berdampak pada penanganan pasien khususnya yang membutuhkan penanganan cepat.

Katerisasi ini adalah salah satu prosedur intervensi kardiologi, yang mana prosedurnya dengan memasukan alat ke dalam tubuh manusia tanpa pembedahan. “Prosedur ini sangat bekembang dalam satu dekade terahir selain tentunya banyak prosedur lain yang makin maju dalam bidang kardiovaskular,” imbuhnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button