Inersia

Adanya 400 Tim Khusus Menteri Nadiem Dinilai Merusak Tatanan Internal Kemendikbud

Kehadiran tim khusus (shadow team) yang dicetuskan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dinilai bak benalu. Keberadaan tim khusus yang berjumlah 400 orang itu lambat laun tampak merusak ekosistem internal Kementerian.

Pengakuan ini dicetuskan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kemendikbudristek. Orang yang disembunyikan namanya ini mengaku, kehadiran tim bayangan sudah terhendus sejak dua tahun silam.

“Sejujurnya kami sudah merasakan keresahan ini sejak 2 tahun lalu. Kita banyak pekerjaan yang kemudian di PMO (Pendidikan Mangement Organisasi) kan,” curhatan salah seorang ASN yang diunggah akun twitter @kpertiwi29 dikutip, Sabtu (24/9/2022).

Kemudian kata dia, orang-orang yang berkerja dalam timsus ini mulai merangsek masuk ke berbagai unit yang hadir di Kementerian. Dengan embel-embel Staf Khusus dari Menteri Nadiem, personel tim ini dengan leluasa menerapkan kebijakan.

“Di unit utama saya namanya Tim Akselerasi. Tiap 2 minggu mereka akan progress report ke SKM dan Menteri tentang berbagai situasi,” tukasnya.

“Tapi ya saya miris. Situasinya bener bener dirusak dari dalam,” lanjut dia.

Bukan hanya itu saja, kekecewaan mereka bahkan terbilang berlipat ketika pada faktanya, Menteri Nadiem enggan melirik kehadiran para ASN. Nadiem cenderung memalingkan muka terhadap peran sentral para guru-guru, akademisi hingga kaum intelektual yang berada di internal Kementerian.

“Kenyataannya adalah kami ga pernah dilibatkan apapuun. Menteri ga pernah hadir atau punya waktu untuk menyapa kami kami atau sekedar nanya coba ada ga staf yang bisa urus ini itu. Atau Ditjen mana yang bisa bertanggung jawab atas platform pembelajaran,” imbuhnya.

Adapun, semula gembar-gembor 400 orang yang tergabung dalam tim bayangan ini disampaikan Nadiem dalam rangkaian United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB. Ia mengklaim, jika tim yang berisikan 400 orang itu bukanlah vendor untuk kementerian.

Nadiem menjamin sosok-sosok dalam tim tersebut memiliki sejumlah leader yang setara dengan Direktur Jendral (Dirjen) pada direktorat yang ada di Kemendikbudristek.

Sisi lain dari kebijakan “shadow organisation” cc @PNS_Ababil @BetaEpsilonPhi pic.twitter.com/JEBKSAraze

— kpertiwi29 (@kpertiwi29) September 23, 2022

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button