Bisnis

Presiden Jokowi Naikkan BBM Bulan September, Beratnya Masih Terasa

Ketika Presiden Jokowi memutuskan kenaikan harga BBM, harga barang pun melonjak. Dampaknya inflasi naik tinggi. Pada September saja, inflasi tahunan tembus 5,95 persen.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Oktober 2022, menembus 0,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Dan, penyumbang utama inflasi masih kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (7/10/2022), menyebutkan perkiraan tersebut berasal dari Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu pertama bulan Oktober 2022.

Komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2022 pada minggu pertama yaitu bensin sebesar 0,05 persen (mtm) dan angkutan dalam kota sebesar 0,03 persen (mtm). Kemudian, ada pula angkutan antar kota, rokok kretek filter, dan beras yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu pertama Oktober yaitu telur ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,10 persen (mtm), cabai merah sebesar 0,09 persen (mtm), dan daging ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm).

Di samping itu, komoditas cabai rawit juga menjadi penyumbang deflasi dengan besar 0,02 persen (mtm), serta tomat, daging sapi, minyak goreng, dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button