Bisnis

GeoDipa Percepat Pengembangan Energi Panas Bumi Lewat 2 PLTP

Jumat, 07 Okt 2022 – 20:17 WIB

Geo Dipa PLTP Dieng – Foto: Antara

PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Dieng Unit 2 di Jawa Tengah dan PLTP Patuha Unit 2 di Jawa Barat, masing-masing berkapasitas 55 MW.

“Proyek ini juga menjadi sebuah investasi berkelanjutan yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan produksi energi bersih akan meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama batu bara pada sistem ketenagalistrikan di Jawa-Bali,” kata Direktur Utama GeoDipa, Muhammad Ikbal Nur di Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Selama ini GeoDipa telah mengoperasikan PLTP Dieng Unit 1 dan PLTP Patuha Unit 1 dengan total kapasitas 120 Mega Watt (MW).

Sebagai informasi, pemerintah telah berkomitmen dalam mempercepat pemanfaatan sumber energi baru terbarukan, dengan mematok target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025. Ini menegaskan komitmen Indonesia dalam pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Ikbal Nur menjelaskan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber energi, termasuk energi terbarukan yang digadang-gadang akan menggantikan energi fosil, khususnya energi bersumber dari panas bumi dan hidro. Namun demikian, potensi-potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan menjadi sangat penting dalam menjamin ketahanan dan keamanan energi nasional, mengingat potensi panas bumi Indonesia menjadi yang terbesar kedua di dunia, katanya.

Menurut Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi GeoDipa Yudistian Yunis, progres proyek PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2 saat ini sudah 30 persen.

“Sekarang memasuki fase pengeboran masing-masing 5 sumur produksi dari target 12 sumur di Patuha dan 10 sumur di Dieng,” kata Yudistian pada acara “Ngobrol Panas Bumi”.

Perusahaan menargetkan kedua unit pembangkit panas bumi tersebut sudah bisa masuk ke sistem kelistrikan paling lambat awal 2025.

Selain melakukan pengembangan di Dieng dan Patuha, ia mengatakan GeoDipa juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan pemanfaatan panas bumi di Indonesia melalui program government drilling.

Melalui program ini, diharapkan mampu mengurangi resiko pengusahaan di sektor hulu panas bumi dimana selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengembang/badan usaha dalam melakukan pembangunan PLTP, ujarnya.

Geo Dipa Energi merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kepemilikan 94,5 persen saham pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan dan 5,5 persen dimiliki PT PLN (Persero).

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button